Penyebaran Penyakit HIV AIDS di Indonesia Hingga Saat Ini – Penyakit HIV AIDS merupakan penyakit menular seksual yang menyerang sistem imun tubuh. Infeksi HIV AIDS disebabkan oleh hubungan seks yang tidak sehat, tranfusi darah atau kontak darah dengan si penderita, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta penularan penyakit dari ibu ke bayi terutama melalu ASI. Virus HIV AIDS tersebut menginfeksi sel darah putih pada tubuh si penderita yang menyebabkan kekebalan tubuh penderita menurun dan membuat penderita mudah terinfeksi penyakit lain dan dehidrasi.

Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketiga di Asia Pasifik dengan jumlah penderita HIV AIDS terbanyak setelah India dan China, serta termasuk dalam 20 besar negara dengan jumlah kasus HIV AIDS terbanyak di dunia. Kasus HIV pertama di Indonesia terjadi pada diberitakan pada 1987 dengan bukti terdeteksinya virus HIV pada turis Belanda di Denpasar, Bali. Namun, berita ini diragukan sebagai kemunculan HIV yang pertama di Indonesia karena dianggap memuat unsur politik. Lalu, keraguan itu dibuktikan dengan adanya bukti bahawa pada tahun 1983 seorang dokter Bagian Hematologi – Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penelitian itu dilakukan guna meneliti kalangan homoseksual dan waria terkait dengan leukimia. Hasil penelitian dari 30 waria tersebut menyatakan bahwa 3 di antaranya menunjukkan gejala yang mirip dengan HIV AIDS. Tetapi, karena di masa itu pengertian mengenai AIDS belum jelas, gejala yang ditunjukkan oleh ketiga waria tersebut disebut AIDS Related Complex.Hingga saat ini penderita HIV AIDS di Indonesia terus mengalami peningkatan. Tercatat sudah lebih dari 118 ribu kasus penderita HIV AIDS, dengan provinsi DKI Jakarta sebagai penyumbang terbanyak.

Kasus HIV AIDS yang menimpa bayi pertama kali di temukan di Bojonegoro, Jawa Timur ketika ada seorang bayi perempuan dilahirkan dari ibu yang menderita HIV. Lalu, terus bertambah banyak hingga saat ini. Prenatal merupakan faktor resiko penyumbang peningkatan penyakit AIDS. Prenatal merupakan kondisi dimana masa kehamilan berusia lima bulan atau sekitar 22 Minggu. Oleh sebab itu, pemerintah mulai memberlakukan peraturan untuk melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil. Awalnya pemeriksaan ini hanya dilakukan kepada ibu hamil yang mempunyai perilaku berpotensi tertular penyakit HIV. Namun, seiring berjalannya waktu, pemeriksaan ini wajib dilaksanakan oleh setiap ibu hamil demi mengantisipasi terjangkitnya virus HIV. Ketetapan lain yang berubah adalah cara yang digunakan untuk pengobatan ibu hamil, dimana pengobatan ibu hamil yang terkena HIV menggunakam obat antiretroviral.

Hingga saat ini, belum ada obat yang tepat menyembuhkan HIV. Hanya ada beberapa proses pengobatan untuk menghambat menyebarnya virus. Terdapat beberapa jenis obat ARV yang dapat dikonsumsi, diantara lain adalah jenis obat Efavirens, Etravirine, Nevirapine, Lamivudin, dan Zidovudin. Para penderita HIV harus rutin minum ARV juga sudah mendapat diagnosis terjangkit HIV. Apabila penderita mengabaikan hal tersebut dan tidak segera melakukan pengobatan hanya akan merusak sistem kekebalan tubuh dan penyebaran virus HIV tersebut menjadi semakin cepat. Penderita diperbolehkan mengkonsumsi lebih dari jenis obat ARV. Apabila penderita lupa akan jadwal minum obatnya, dianjurkan untuk langsung minum obat itu ketika sudah inget dan mulai mengikuti jadwal semestinya lagi. Ada beberapa efek samping ketika mengkonsumsi obat ARV tersebut seperti diare, pusing, mual, muntah, kadar gula tinggi, susah tidur, serta tubuh menjadi mudah lelah. Pengobatan HIV perlu dilakukan dengan sabar karena memiliki durasi lama dan bertahap.

Leave a Reply