Sejarah Perkembangan HIV dan Aids Di Dunia

Di zaman sekarang ini siapa yang tidak kenal dengan HIV dan AIDS, meski pemahaman terkait kedua istilah tersebut masih kerap salah namun semua pasti sepakat bahwa HIV AIDS merupakan penyakit yang berbahaya bagi siapa pun juga, terbukti dengan banyaknya nyawa yang berhasil direnggut nya yaitu sekitar 35 juta jiwa dari 70 juta jiwa orang di dunia yang mengidap nya. Sejarah perkembangan HIV Aids sendiri cukup panjang dan telah lama menghantui masyarakat dunia, dimulai pada kisaran tahun 1979 tepatnya di Amerika Serikat dimana ditemukan seorang pria beroeientasi seksual gay yang mengidap pneumocystis carinii serta dua orang lainnya yang mengidap sarcoma Kaposi dan kemudian dua tahu berselang ditemukan seorang homoseksual lagi yang mengalami kerusakan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh.

 Beberapa temuan di atas mengundang ketertarikan para ahli untuk merunut sejarah awal dari virus dan penyakit yang satu ini, upaya awal yang dilakukan yakni merekonstruksi genetika dari virus HIV itu sendiri untuk kemudian menemukan asal pandemi nya, yang kemudian mendapat fakta bahwa asal pandemi teridentifikasi berasal dari kisaran tahun 1920an tepatnya di kota Kinshasa yang sekarang merupakan bagian dari Kongo. Perdagangan seks yang sangat masif pada kurun waktu tersebut ditambah penggunaan jarum suntik yang tidak steril menjadi faktor pemicu utama penyebaran virus ini dengan luar biasa cepat di sana.

Test HIV dan Aids

Sayangnya di saat yang hampir bersamaan rel kereta bantuan dari Belgia dibangun sehingga sekitar satu juta orang melintasi kota tersebut tiap tahunnya, sehingga penyebaran virus HIV ini semakin meluas lagi. Peneliti menyatakan bahwa HIV pada dasarnya merupakan hasil dari proses mutasi atas virus simpanse, yang disebut sebagai simian immunodeficiency virus atau SIVcpz. Namun di samping teori barusan, rupanya tidak sedikit kalangan yang menganggap bahwa HIV Aids merupakan ciptaan manusia, artinya penyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya ini merupakan sebuah konspirasi besar, teori ini berusaha membuktikan bahwa HIV Aids sejatinya diciptakan untuk membunuh secara massal untuk menginfeksi orang-orang berkulit hitam.

Teori ini diperkuat dengan temuan bukti-bukti penting diantaranya catatan rahasia milik tim khusus Laboratorium Fort Detrick Amerika Serikat yang menguak fakta bahwa HIV merupakan istilah baru yang digunakan sebagai pengganti istilah SV40, virus SV40 sendiri merupakan virus yang digunakan oleh Dokter Hilary Koprowski kepada sekitar tiga ratus ribu orang Afrika guna merusak sistem imun atau sistem kekebalan tubuh mereka. Fakta berikutnya yang terungkap dari catatan tersebut adalah konspirasi besar ini merupakan gagasan George Bush, Rockefeller, Prescott Bush, Harriman serta beberapa kalangan elit politik Amerika Serikat kala itu, gagasan tersebut dijuluki Eugenic Movement yaitu suatu gerakan guna menghancurkan kalangan manusia yang dianggap inferior serta meningkatkan ras manusia yang dianggap superior.

Sebetulnya masih ada beberapa teori-teori lain yang berkembang dan dipercaya sebagai asal mula lahirnya HIV Aids ini, namun kedua teori di atas yang paling populer karena memiliki bukti-bukti empiris yang dianggap kuat, selain itu terutama untuk teori konspirasi sifatnya sangat rasional dengan fakta-fakta sejarah lainnya misalnya fakta bahwa terjadi penurunan angka demografis masyarakat negro Afrika pada kisaran waktu di atas. Namun bagaimana pun awalnya virus dan penyakit yang satu ini terbentuk, semua teori sepakat bahwa HIV Aids ini merupakan media yang sangat efektif untuk menurunkan jumlah populasi di dunia dengan sangat massif dan efektif, yang sayangnya dilakukan dengan cara menghilangkan nyawa dan bukannya menurunkan angka kelahiran pada tiap-tiap negara. Yang jelas informasi tentang HIV khususnya terkait sejarah diminati juga oleh setiap orang yang ingin menjaga kesehatannya.

Leave a Reply