Wed. Nov 29th, 2023

Gejala Sifilis Pada Wanita Hamil Bisa Berdampak Pada Bayi

Gejala Sifilis Pada Wanita Hamil Bisa Berdampak Pada Bayi – Kanker serviks dan HIV terjadi karena adanya virus sedangkan untuk Sifilis merupakan salah satu penyakit yang di sebabkan oleh bakteri yaitu bakteri treponema pallidium. Sifilis memang termasuk empat besar infeksi yang menular dari seksual namun bisa diobati. Menurut dari data WHO jumlah orang yang sudah terkena infeksi menular seksual tersebut mencapai 6 juta orang per tahunnya. Infeksi gejala Sifilis ini memang sering tidak disadari oleh para penderitanya karena biasanya infeksi terjadi pada awalnya disebabkan oleh luka seperti sariawan yang tidak berdarah, tidak nyeri dan tidak bernanah.

Banyak sekali yang mungkin belum menyadari sariawan yang terjadi di leher rahim ataupun bukaan vagina. penyakit ini biasanya terjadi di saat adanya kontak dengan luka seperti sariawan kemudian melakukan sebuah aktivitas seksual. Untuk infeksi sekunder dari sifilis memang memberikan sebuah gejala yang sangat tergantung dari organ tubuh yang diserangnya. Sifilis biasanya bisa menyerang tulang kulit bahkan sampai ke otak.

Seseorang bisa terkena sifilis karena adanya kontak dengan cairan yang memang mengandung sifat tersebut sehingga dengan penularan Sifilis akan sangat mudah terkena AIDS. Saat ini masih sangat jarang sekali orang yang memeriksa tubuhnya di saat mereka terkena sifilis. Menurut salah satu anggota agen judi bola yang berprofesi sebagai dokter spesialis sifilis mengatakan bahwa gejala sifilis ini tidak terasa namun sebaiknya harus dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut karena gejala Sifilis bisa mengakibatkan kematian. Biasanya gejala awal akan muncul di saat sudah memasuki stadium 1 yaitu di hari 3 sampai 90 yang di mana akan terdapat luka pada bagian alat kelamin wanita ataupun pria. Memang mukanya sangat bersih tidak ada nanah ataupun cacat sehingga masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa luka tersebut merupakan salah satu gejala dari sifilis. Untuk gejala kedua yaitu stadium 2 biasanya akan muncul di 4 sampai 10 minggu yaitu terdapat luka lainnya tidak hanya di dalam satu organ tubuh saja bisa saja terjadi di luka pada bagian kulit. Untuk stadium ketiga biasanya akan muncul 3 sampai 15 tahun Setelah semuanya mulai menyebar bahkan gejala tersebut pun bisa sampai ke jantung melalui pembuluh darah.

Gejala sifilis bisa menyebar dari ibu ke janin yang memang dalam kandungan ataupun saat proses melahirkan. Bahkan sangat beresiko bagi wanita hamil yang menderita sifilis ini karena nantinya akan memiliki seorang bayi yang memiliki kelainan kongenital atau cacat lahir bahkan bisa mengakibatkan janin meninggal dunia.

Fakta Tentang HIV yang Perlu Diketahui
Info

Fakta Tentang HIV yang Perlu Diketahui

Seperti namanya, HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Virus ini melemahkan daya tahan ini membuat seseorang yang terinfeksi menjadi lebih mudah terserang penyakit lain. Dengan metode penularan dan gejala yang tidak mudah untuk dideteksi, virus ini tergolong berbahaya karena dapat berujung pada kematian pasien. Sayangnya, informasi yang simpang siur semakin memperparah kondisi ini. Membuat HIV terdengar semakin menakutkan karena adanya pemahaman yang salah. Seperti yang disampaikan oleh AIDS Foundation South Africa, ada beberapa fakta tentang HIV yang perlu diluruskan. Hal ini bertujuan agar tidak memancing anggapan yang semakin keliru hingga menyulitkan penanganan  bagi para penderita. Hal tersebut antara lain; РHIV Bukanlah AIDS HIV dengan AIDS merupakan 2 hal berbeda dimana HIV adalah virus penyebab infeksi, sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan sekumpulan gejala yang dipicu oleh HIV. Ketika tubuh terinfeksi oleh virus, termasuk HIV, secara otomatis tubuh akan merespon dengan penolakan dengan membuat suatu antibodi untuk melawan virus tersebut. РMasih Bisa Punya Anak Menikah bersama pasangan pengidap HIV hingga memiliki keturunan bukan menjadi hal mustahil. Namun prosesnya berbeda dimana ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) wajib berkonsultasi dulu dengan dokter. Selanjutnya, dokter bisa meminta pasien ikut tes Cluster Differentiation 4 (CD4) secara rutin guna mengendalikan jumlah sel darah putih. Selain itu, kesehatan diri juga wajib dinyatakan baik dengan tidak adanya infeksi dan penyakit berbahaya. РGejala Awal Sulit Dideteksi Selama 1 hingga 2 bulan pertama HIV merasuki tubuh, mayoritas orang menganggap sebagai gejala flu atau yag populuer disebut ARS (acute retroviral syndrome). Namun dalam beberapa kasus, HIV bahkan tidak memicu gejala apapun hingga bertahun-tahun. РMasih Bisa Berumur Panjang Walaupun hingga saat ini masih belum ada metode penyembuhan ataupun vaksin HIV AIDS, adanya ART (Antiretroviral Therapy) dapat membantu pasien HIV dapat hidup lebih lama. Selain halnya membantu si pasien tetap sehat, terapi ini juga bertujuan mengendalikan penularan HIV lebih jauh. Terbukti dengan banyaknya ODHA yang masih bisa berkarya walau sudah dinyatakan positif terkena HIV. Berkumpul bersama komunitas juga dapat meningkatkan harapan dan semangat hidup pengidap HIV. Fakta Tentang HIV Yang Perlu Diketahui РObat Belum Efektif Dalam Mencegah Penularan Hingga saat ini, obat-obatan antiretroviral hanya dapat membantu para pengidap HIV-AIDS agar tetap hidup produktif serta berkualitas. Jika hasil sesuai dengan harapan, terapi obat-obatan ini juga bisa menekan jumlah virus di dalam darah. Dengan pengobatan yang rutin dan terkendali, HIV bisa saja dikatakan tidak ada ketika pasien melakukan tes darah. Akan tetapi, penelitian juga menunjukan bahwa HIV ini mungkin saja bersembunyi di tempat lain. Dengan demikian, pencegahan masih menjadi hal paling efektif. Demikianlah beberapa informasi yang perlu anda ketahui tentang HIV. Dengan memiliki pemahaman yang benar, tentunya kita dapat menyikapi kondisi tersebut dengan lebih baik pula. Tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, perawatan terhadap ODHA juga memerlukan pemahaman yang benar pula agar pengobatan yang dilakukan lebih efektif.
Seputar Penyakit Berbahaya HIV Aids
Info

Seputar Penyakit Berbahaya HIV Aids

Membahas seputar HIV atau AIDS memang sdah bukan lagi hal yang baru karena game satu ini sudah ada cukup lama khususnya di Indonesia. HIV ini disebabkan oleh serangan virus yang mana menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga seseorang akan nudah sakit dan sebagainya. HIV pertama kali ditemukan di Kongo san kemudian menyebar ke seluruh duni termasuk Indonesia ini. Penyakit ini bak momok di Indonesia dan bahkan seseorang akan sangat menghindari penderita HIV karena ketakutan mereka akan tertular.

Sampai saat ini virus JIV atau AIDS ini sama sekali belum bisa diobati sehingga para penderitanya hanya bisa ditangani dengan menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk memeperlambat perkebangan virus di tubuh seseorang. Dengan penanganan seperti ini seseorang masih tetap bisa menjalani hidup lebih lama dan seorang ibu positif HIV yang hamil dapat meminimalkan peluang menularka HIV kepad anaknya.

Penyakit HIV AIDS ini memang tidak begitu saja dapat menular namun tetap harus diwaspadai. HIV atau AIDS ini biasanya menular dengan melalui kontak seorang positif HIV dengan hubungsn seksusl. Penggunaan jarum suntik atau alat-slat suntik lain yang tidak steril dan sudah terkontaminasi dengan virus HIV juga dapat menyebabkan tertularnya virus. Transfusi darah dengan orang yang positif HIV juga bisa menularkan viris HIV. Jadi jika hanya melakukan kontak dengan penderita HIV tanpa melakukan hal-hal diatas tadi pastinya tidak langsung akan tertular.

Penyakit atau virus HIV ini memang tidak bisa disembuhkan atau lebih tepatnya belum bisa disembuhkan. Tapi, masih ada beberapa cara untuk bisa menangani penderita HIV sehingga perkembangan virus dapat dikendalikan dan dapat memperpanjang usia penderita AIDS. Dengan melakukan beberapa penanganan medis seperti penggunaan obat-obatan dapat meringankan virus baik pada orang yang baru saja mengalami gejala AIDS sampai orang-orang yang sudah positif AIDS bahkan pada ibu hamil pengidap AIDS agar tidak menulsr pada sang anak.

Perkembangan viris AIDS dapat dikurangi atau dikendalikan dengan menggunakan obat-obatan seperti ARV. Obat ini terdiri dari beberapa golongan dan biasanya diberikan kepada penderita AIS begitu juga pada ibu hamil pengidap AIDS. Hanya saja pada ibu hamil pengidap AIDS diberikan ARV khusus untuk ibu hamil. Sedangkan bagi orang-orang yang baru saja mnedapati gejala AID, diberikan obat PEP sesegera mungkin 3 x 24 jam agar dapat tertolong.

Cara lain yang juga dapat digunakan untuk membantu mengendalikan virus HIV yang terdiri dari protein yang sulit untuk diredam dan juga mudah bermutasi, para ahli menggunakan radiasi yang dikombinasikan dengan transplantasi pada sel induk. Sati lagi cara mengendalikan HIV AID adalah dengan cara penetralan pada sel antibodi seorang penderita HIV.

Penanganan Medis bagi Ibu Hamil yang Positif HIV
Info

Penanganan Medis bagi Ibu Hamil yang Positif HIV

HIV menjadi momok bagi siapapun dan bahkan banyak juga orang-orang positif HIV yang dihindari karena ketakutan akan tertular virus ini. Penyakit ini memang belum ada obatbya, jikapun memang ada bukan untuk mengobati tapi untuk mengurangi perkembangan virus HIB itu sendiri. Inilah yang menjadi ketakutan banyak orang sehingga membuat banyak orang yang hobi Nontonfilm88 memilih untuk menghindari penderita HIV.

Sebetuknya virus HIV ini tidak menular begitu saja. Viris HIV bisa menukar jika melalui hubungan seks, atau melalui transfusi darah dan juga penggunaan peralatan suntik yang sudah terkontaminasi oleh virus HIV. Dan satu lagi, bayi juga dapat tertular virus HIV jika sang ibu sdalah positif pengidap HIV. Penularan pada bayi dapat terjadi pada saat masa kehamilan, pada saat proses melahirkan atau pada saat proses menyusui. Sudah ada banyak kasus dimana bayi positif mengidap viris HIV disebabakan oleh oleh tua atau ibu yang mengalami dan positif mengidap HIV ini.

HIV AIDS memang belum dapat disembuhkan karena memang belum ada obat yang dapat menyrmbuhkannya. Akan tetapi di beberapa hal, ada beberapa obat yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan terhadap oenderita HIV ini. Jadi obat yang digunakan memang tidak menyembuhkan akan tetapi bisa digunakan untuk membantu mengurangi dan menekan pertumbuhan virus HIV.

Dengan begitu penderita HIV bisa memiliki usia yang lebih panjang. Jenis obat yang digunakan untuk penderita HIV adalah ARV atau antiretroviral. Obat ini terdiri dari beberapa golongan yaitu NNRTI, NRTI, protease inhibitor, entry inhibittor, dan integrace inhibitor. Obat-obatan ini dapat membantu para penderita HIV untuk bisa mendapatkan usia hidup yang lebih lama dan bisa membantu mereka menjalani pola hidup yang lebih baik lagi. Meskipun begitu, tentu saja obat ini juga memiliki efek samping jika terus-terusan digunakan meskioun memang efeknya tidak begitu berbahaya. Selain dengsn obat, saat ini para penderita HIV juga coba ditangani dengan menggunakan radiasi dan juga trsnsplantasi sel.

Mungkin penanganan-penanganan tersebut bisa digunakan untuk penderita HIV umum lalu seperti apakah penanganan HIV pada ibu hamil? Ibu dan bayi dapat diselamatkan dengan penanganan HIV yang tepat. salah satunya adalah dengan menggunakan obat ARV khusu untuk ibu hamil. Obat ini akan dapat membantu mencegah penularan virus HIV dari ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya. Disarankan bagi para ibu hamil untuk melakukan operasi caesar untuk nelahirkan bayinya sehingga potensi menularkan virus HIV pada anaknya akan semakin kecil. HIV juga dapat ditularkan melalui menyusui jadi akan lebih baik jika ibu positif HIV tidak memberikan asi kepada bayi agar tidak tertular HIV. Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati virus HIV/AID

Penanganan Medis untuk Para Penderita HIV AIDS
Info

Penanganan Medis untuk Para Penderita HIV AIDS

HIV atau AIDS merupakan jenis penyakit yang sudah cukup banyak dikenal dan merupakan jenis penyakit yang juga dianggap mematikan. Sudah banyak orang yang menjadi korban dari penyakit ini meskipun memang cara penularannya tergolong tidak mudah. Penyakit HIV atau AID ini dapat menular dengan melalui jarum suntik yang digunakan bergantian dengan penderita AIDS dan juga melalui hubungan seksual. Penyakit ini juga masih sulit untuk disembuhkan. Tapi sangat penting juga bagi kita untuk mengetahui seperti apa caranya untuk menangani penyakit HIV atau AIDS ini secara medis sehingga kita bisa tahu bagaimana menghadapi penyakit yang satu ini.

Penyakit HIV ini memang sulit untuk disembuhkan dan beragam cara pun sudah banyak dicoba untuk dapat menyembuhkan penyakit. Tapi belum juga berhasil sehingga masih saja penderita HIV AIDS ini berjuang untuk hidup. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa penyakit ini sulit untuk disembuhkan. HIV ini memiliki struktur protein yang terdiri dari trimer atau 3 bagian. Ini yang menyebabkan HIV sulit untuk disembuhkan karena salah satu bagian dari trimer ini aktifitasnya sulit untuk diredam yaitu bagian env. Para ahli yang hobi judi bola masih sulit untuk membuat vaksin untuk meredam aktifitasnya. Buka hanya itu saja, faktor lainnya yang menyebabkan HIV sulit disembuhkan juga karena env juga dapat bermutasi dengan sangat mudah.

Namun begitu, ada beberapa cara juga penanganan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi HIV ini. Saat ini, mulai dikembangkan cara untuk mengobati HIV dengan cara transplantasi pada sell induk yang dikombinasikan dengan radiasi. Selain menggunakan cara tersebut, ada lagi cara yang juga dikembangkan untuk bisa mengatasi penyakit HIV ini ysitu dengan menggunakan penetral antibodi. Dengan cara ini, diketahui seperti apa sel-sele kekebalan dalam tubuh mengeluarkan antibodi yang dapat menetralkan antibodi HIV. Penyakit ini memang bisa dikatakan sebagai penyakit yang bandel. Oleh karena itu sebisa mungkin jangan lakukan hal-hal yang dapat berpotensi menyebarkan HIV. Terapkan pola hidup sehat dan hidup bersih.

Apakah HIV dan AIDS Bisa di Obati?
Info

Apakah HIV dan AIDS Bisa di Obati?

AIDS atau juga HIV adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan sampai pada saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Virus HIV ini pun sudah menyrbar atau mewabah ke seluruh dunia termasuk di Indonesia ini. Penyakit ini menjadi sulit untuk disembuhkan karena ada satu bagian virus yang memang sangat mudah bermutasi serta sulitnya aktifitas virus untuk diredam. Meskipun tidak atau belum bisa untuk disembuhkan, beberapa penanganan medis yang selama ini diberikan kepada penderita HIV ini bisa membantu untuk menekan pertumbuhan dari virus HIV. Dengan begitu dapat membantu para penderita HIV yang bermain judi online menggunakan beberapa jenis obat baik untuk yang baru saja mengalami tanda-tanda HIV maupun untuk yang sudah positif HIV.

Untung penanganan menggunakan obat, ada beberapa jenis obat yang dapwt digunakan untuk melawan atau menekan perkembangan virus baik untuk awal penyakit HIV dan juga untuk positif HIV. Untuk orang-orang yang baru saja mengalami tanda atau gejala HIV, biasanya akan bisa ditangani dengan menggunakan obat-obatan post exposure prophylaxis atau juga biasa disebut dengan PEP. Kemudian untuk penderita ysng memang sudah positif virus HIV ini akan mendapatkan penanganan dengan obat-obatan ARV yang mana terdiri dari beberapa golongan. Jadi orang-orang yang positif HIV ini akan terbantu untuk dapat mengurangi dan menghambat perkembangan virus.

HIV-AIDS

Selain penanganann dengan menggunakan obat-obatan tersebut, ada juga beberapa cara lainnya untuk menangani HIV ini dan masih terus dikembangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan menetralkan antibodi seseorang yang menderita HIV ini. Jadi dipelajari seperti apa sel immune mengeluarkan antibodi untuk bisa menetralisir antibodi HIV. Selain itu, cara lain untuk penanganan medis HIV adalah dengan menjalankan radiasi dan kemudian dikombinasikan dengan tindakan transnplantasi sel induk. Cara ini masih dicoba digunakan untuk kera dengann HIV dan segera dicoba pada manusia yang positif untuk HIV. Semua cara tersebut memang memiliki efek tentu saja akan tetapi bisa membantu para penderita untuk mengurangi perkembangan virusnya.

Stigma Penderita HIV AIDS
Info

Stigma Penderita HIV AIDS

Satu jenis penyakit yang bisa cukup mematikan dan disebabkan oleh virus adalah penyakit AIDS. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga seseorang menjadi sangat rentan. Biasanya stigma atau perlakuan buruk didapatkan oleh penderitanya. Virus HIV juga sangat sulit untuk dimatikan karena memang dapat bermutasi dengan mudah serta aktifitasnya sulit untuk diredam. Sampai saat ini masih belum ditemukan pengobatan untuk bisa menyembuhkan HIV AIDS.

Hanya saja ada obat-obatan dan penanganan medis yang dapat membantu para penderita AIDS untuk mengurangi dan juga mengendalikan perkembangan dari virus HIV ini. Jadi, peluang hidup bagi penderita AIDS bisa lebih lama. Dengan langkah pengobatan medis ini juga dapat diterapkan pada ibu hamil yang tengah mengidap HIV. Jadi bayi yang dikandungnya dapat terselamatkan dan bisa memiliki peluang tidak tertular penyakit HIV atau AIDS ini. Oleh karena itulah penting bagi kita semua untuk memahami bagaimana penanganan pada penderita HIV.

Ada beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk bisa menangani masalah penyakit atau virus AIDS ini. Jadi, telah dikembangkan cara yang digunakan untuk penyembuhan HIV AIDS dan telah dicobakan pada primata dan berhasil. Cara ini juga akan dicoba pada manusia yaitu dengan mengkombinasikan pengobatan radiasi dengan proses transplantasi sel pada penderita HIV AID yang diharapkan dapat menyembuhkan penyakit mematikan ini.

Obat ARV

Cara lainnya yang juga dikembangkan untuk dapat mengatasi penyakit AIDS adalah dengan melakukan penetralan pada antibodi di tubuh penderita AIDS ini. Virus HIV adalah salah satu jenis virus yang sangat mudah untuk bermutasi dan juga aktifitasnya sulit untuk diredam. Hal ini juga yang menyebabkan kenapa belum juga ada vaksin HIV yang berhasil dibuat dan masih belum bisa untuk disembuhkan. Beberapa upaya medis yang dilakukan belum dapat menyembuhkan HIV AIDS tapi setidaknya mampu sedikit mengendalikan perkembangan virus ini. Meski demikian, bagi pemain poker online yang biasanya suka bergaul bebas tentu saja harus berhati-hati terhadap virus ini.

Untuk menangani HIV ini juga digunakan beberapa jenis obat-obatan yang diharapkan dapat membantu terutama untuk pengendalian virus. Salah satu jenis obat yang digunakan pada penderita HIV adalah obat ARV. Obat ARV ini terdiri dari beberapa golongan. Obat ini digunakan pada penderita AIDS dan juga digunakan pada ibu hamil positif AIDS namun khusus untuk ibu hamil.

Obat ini bukan untuk mengobati hanya dapat membantu mengurangi perkembangan dari virus AIDS dan juga dapat membantu memperkecil peluang bayi tertular AIDS jika ibunya positif AIDS. Bagi orang-orang baru yang mendapati gejala AIDS bisa ditangani dengan obat bernama PRP. Dengan obat ini orang yang baru saja mengalami gejala AIDS dapat ditangani. Jadi pastikan kalian tahu seperti apa HIV AIDS dan bagaimana gejalanya lalu seperti apa penanganannya sebagai pengetahuan. Jadi akan tahu tindakan seperti apa yang dilakukan jika tahu ada yang mengidap AIDS.

Virus HIV, Ini Dia Gejala dan Cara Penularannya
Info

Virus HIV, Ini Dia Gejala dan Cara Penularannya

Seiring berjalannya waktu pencarian obat dari virus HIV dengan Aids yang disebabkannya terus mengalami progress, meski bukan progress yang signifikan tetapi minimal tidak berhenti pada satu tahap saja karena kini harapan hidup yang dimiliki para penderita penyakit ini sudah lebih panjang. Namun tentu obat paten yang bisa menyembuhkan HIV Aids secara paripurna terus diharapkan kehadirannya, oleh sebab itu masyarakat terus dihimbau untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan HIV Aids ini menjangkit mereka, upaya yang telah dilakukan misalnya sosialisasi yang berkesinambungan dan sistematis kepada masyarakat terkait faktor pemicu HIV Aids serta gejala yang ditimbulkan penyakit ini, selain itu regulasi terkait faktor-faktor pemicu penularan penyakit yang satu ini pun diperketat.

Untuk membantu anda yang hobi untuk akses situs judi online untuk memahami HIV Aids secara lebih jauh, serta agar anda mampu melakukan pencegahan dini terhadap penyakit mematikan yang satu ini, di bawah ini telah dirangkum hal-hal apa saja yang dapat menjadi media penularan HIV Aids. Hal-hal yang dimaksud antara lain melalui cairan namun cairan yang dimaksud bukan cairan keringat, air liur, maupun urine seperti banyak rumor yang beredar di masyarakat karena meskipun terdapat virus HIV di dalam cairan tersebut namun tidak dalam takaran yang cukup menularkan HIV kepada orang lain.

Carian yang dapat menularkan HIV ke orang lain adalah darah, dinding anus, air susu ibu, sperma, serta cairan vagina. Proses transfusi darah yang dilakukan dari pengidap HIV Aids kepada orang lain merupakan salah satu jalan darah mengantarkan virus ini, selain itu darah yang masih tertempel dalam jarum suntik yang digunakan oleh penderita HIV yang kemudian digunakan kembali oleh orang lain pun dapat menjadi media penularan yang baik, kemudian air susu ibu yang mengidap HIV pun dapat mengantarkan virus ini menjalari si peminum susu tersebut, dan tentu saja cairan sperma dan cairan vagina dari si penderita HIV dapat menularkan virus tersebut kepada pasangan seksualnya.

Ibu Hamil

Setelah mengetahui cara penularannya anda pun harus mengetahui gejala yang dialami si penderita, yaitu sebagai berikut:

Tahap Pertama
Tahap pertama disebut sebagai masa serokonversi dimana si penderita mengalami gangguan kesehatan layaknya orang yang terserang flu, seperti mengalami sakit tenggorokan, demam, ruam-ruam di tubuh yang kebanyakan tidak gatal, penurunan berat badan secara drastis, diare, mudah lelah, nyeri sendi dan nyeri otot. Gejala-gejala di atas menandakan sistem kekebalan tubuh anda sudah terganggu, namun karena gejala-gejala di atas belum spesifik mengindikasikan suatu penyakit maka sebaiknya anda melakukan tes HIV ketika mengalami gejala di atas, terutama setelah anda melakukan hal-hal yang menjadi cara penularan HIV Aids seperti membuat tato, melakukan seks dan lain-lain.

Tahap Kedua
Tahap kedua disebut sebagai masa inkubasi, dalam tahap ini si penderita tidak mengalami masalah gangguan kesehatan apapun karena memang gejala-gejala di tahap pertama sudah hilang, namun justru pada tahap inilah virus HIV ini merusak tubuh anda perlahan-lahan dan anda pun sudah bisa menularkan virus ini kepada orang lain.

Tahap Terakhir
Jika HIV terlambat diketahui pada kedua tahap sebelumnya maka HIV akan menginveksi anda, dalam tahap ini anda akan amat sangat mudah terserang penyakit, tahap inilah yang disebut sebagai Aids. Gejala yang timbul berupa demam tinggi lebih dari 2 minggu, selalu merasa lelah, berkeringat setiap malam, berat badan turun drastis, sesak napas, diare yang sangat parah dan lama, infeksi jamur di mulut, tenggorokan dan juga vagina, mudah terkena luka pada bagian-bagian tubuh luar. Informasi tersebut juga diketahui oleh bettor yang ada di agen sbobet

Sejarah Perkembangan HIV dan Aids Di Dunia
Info

Sejarah Perkembangan HIV dan Aids Di Dunia

Di zaman sekarang ini siapa yang tidak kenal dengan HIV dan AIDS, meski pemahaman terkait kedua istilah tersebut masih kerap salah namun semua pasti sepakat bahwa HIV AIDS merupakan penyakit yang berbahaya bagi siapa pun juga, terbukti dengan banyaknya nyawa yang berhasil direnggut nya yaitu sekitar 35 juta jiwa dari 70 juta jiwa orang di dunia yang mengidap nya. Sejarah perkembangan HIV Aids sendiri cukup panjang dan telah lama menghantui masyarakat dunia terutama pemain judi, dimulai pada kisaran tahun 1979 tepatnya di Amerika Serikat dimana ditemukan seorang pria beroeientasi seksual gay yang mengidap pneumocystis carinii serta dua orang lainnya yang mengidap sarcoma Kaposi dan kemudian dua tahu berselang ditemukan seorang homoseksual lagi yang mengalami kerusakan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh.

Beberapa temuan di atas mengundang ketertarikan para ahli untuk merunut sejarah awal dari virus dan penyakit yang satu ini, upaya awal yang dilakukan yakni merekonstruksi genetika dari virus HIV itu sendiri untuk kemudian menemukan asal pandemi nya, yang kemudian mendapat fakta bahwa asal pandemi teridentifikasi berasal dari kisaran tahun 1920an tepatnya di kota Kinshasa yang sekarang merupakan bagian dari Kongo. Perdagangan seks yang sangat masif pada kurun waktu tersebut ditambah penggunaan jarum suntik yang tidak steril menjadi faktor pemicu utama penyebaran virus ini dengan luar biasa cepat di sana.

Test HIV dan Aids

Sayangnya di saat yang hampir bersamaan rel kereta bantuan dari Belgia dibangun sehingga sekitar satu juta orang melintasi kota tersebut tiap tahunnya, sehingga penyebaran virus HIV ini semakin meluas lagi. Peneliti menyatakan bahwa HIV pada dasarnya merupakan hasil dari proses mutasi atas virus simpanse, yang disebut sebagai simian immunodeficiency virus atau SIVcpz. Namun di samping teori barusan, rupanya tidak sedikit kalangan yang menganggap bahwa HIV Aids merupakan ciptaan manusia, artinya penyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya ini merupakan sebuah konspirasi besar, teori ini berusaha membuktikan bahwa HIV Aids sejatinya diciptakan untuk membunuh secara massal untuk menginfeksi orang-orang berkulit hitam.

Teori ini diperkuat dengan temuan bukti-bukti penting diantaranya catatan rahasia milik tim khusus Laboratorium Fort Detrick Amerika Serikat yang menguak fakta bahwa HIV merupakan istilah baru yang digunakan sebagai pengganti istilah SV40, virus SV40 sendiri merupakan virus yang digunakan oleh Dokter Hilary Koprowski kepada sekitar tiga ratus ribu orang Afrika guna merusak sistem imun atau sistem kekebalan tubuh mereka. Fakta berikutnya yang terungkap dari catatan tersebut adalah konspirasi besar ini merupakan gagasan George Bush, Rockefeller, Prescott Bush, Harriman serta beberapa kalangan elit politik Amerika Serikat kala itu, gagasan tersebut dijuluki Eugenic Movement yaitu suatu gerakan guna menghancurkan kalangan manusia yang dianggap inferior serta meningkatkan ras manusia yang dianggap superior.

Sebetulnya masih ada beberapa teori-teori lain yang berkembang dan dipercaya sebagai asal mula lahirnya HIV Aids ini, namun kedua teori di atas yang paling populer karena memiliki bukti-bukti empiris yang dianggap kuat, selain itu terutama untuk teori konspirasi sifatnya sangat rasional dengan fakta-fakta sejarah lainnya misalnya fakta bahwa terjadi penurunan angka demografis masyarakat negro Afrika pada kisaran waktu di atas. Namun bagaimana pun awalnya virus dan penyakit yang satu ini terbentuk, semua teori dan juga agen sbobet sepakat bahwa HIV Aids ini merupakan media yang sangat efektif untuk menurunkan jumlah populasi di dunia dengan sangat massif dan efektif, yang sayangnya dilakukan dengan cara menghilangkan nyawa dan bukannya menurunkan angka kelahiran pada tiap-tiap negara. Yang jelas informasi tentang HIV khususnya terkait sejarah diminati juga oleh setiap orang yang ingin menjaga kesehatannya.

1 6 7 8