Thu. Jun 24th, 2021

Gejala Sifilis Pada Wanita Hamil Bisa Berdampak Pada Bayi

Gejala Sifilis Pada Wanita Hamil Bisa Berdampak Pada Bayi – Kanker serviks dan HIV terjadi karena adanya virus sedangkan untuk Sifilis merupakan salah satu penyakit yang di sebabkan oleh bakteri yaitu bakteri treponema pallidium. Sifilis memang termasuk empat besar infeksi yang menular dari seksual namun bisa diobati. Menurut dari data WHO jumlah orang yang sudah terkena infeksi menular seksual tersebut mencapai 6 juta orang per tahunnya. Infeksi gejala Sifilis ini memang sering tidak disadari oleh para penderitanya karena biasanya infeksi terjadi pada awalnya disebabkan oleh luka seperti sariawan yang tidak berdarah, tidak nyeri dan tidak bernanah.

Banyak sekali yang mungkin belum menyadari sariawan yang terjadi di leher rahim ataupun bukaan vagina. penyakit ini biasanya terjadi di saat adanya kontak dengan luka seperti sariawan kemudian melakukan sebuah aktivitas seksual. Untuk infeksi sekunder dari sifilis memang memberikan sebuah gejala yang sangat tergantung dari organ tubuh yang diserangnya. Sifilis biasanya bisa menyerang tulang kulit bahkan sampai ke otak.

Seseorang bisa terkena sifilis karena adanya kontak dengan cairan yang memang mengandung sifat tersebut sehingga dengan penularan Sifilis akan sangat mudah terkena AIDS. Saat ini masih sangat jarang sekali orang yang memeriksa tubuhnya di saat mereka terkena sifilis. Menurut salah satu anggota agen judi bola yang berprofesi sebagai dokter spesialis sifilis mengatakan bahwa gejala sifilis ini tidak terasa namun sebaiknya harus dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut karena gejala Sifilis bisa mengakibatkan kematian. Biasanya gejala awal akan muncul di saat sudah memasuki stadium 1 yaitu di hari 3 sampai 90 yang di mana akan terdapat luka pada bagian alat kelamin wanita ataupun pria. Memang mukanya sangat bersih tidak ada nanah ataupun cacat sehingga masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa luka tersebut merupakan salah satu gejala dari sifilis. Untuk gejala kedua yaitu stadium 2 biasanya akan muncul di 4 sampai 10 minggu yaitu terdapat luka lainnya tidak hanya di dalam satu organ tubuh saja bisa saja terjadi di luka pada bagian kulit. Untuk stadium ketiga biasanya akan muncul 3 sampai 15 tahun Setelah semuanya mulai menyebar bahkan gejala tersebut pun bisa sampai ke jantung melalui pembuluh darah.

Gejala sifilis bisa menyebar dari ibu ke janin yang memang dalam kandungan ataupun saat proses melahirkan. Bahkan sangat beresiko bagi wanita hamil yang menderita sifilis ini karena nantinya akan memiliki seorang bayi yang memiliki kelainan kongenital atau cacat lahir bahkan bisa mengakibatkan janin meninggal dunia.

Pentingnya Nutrisi Bagi Penderita HIV/AIDS
Info Informasi Tentang HIV/AIDS Obat & Suplemen Topik Kesehatan

Pentingnya Nutrisi Bagi Penderita HIV/AIDS

Nutrisi merupakan asupan penting bagi kesehatan manusia, utamanya bagi orang dengan HIV lantaran. Hal ini karena nutrisi memegang peran penting dalam sistem kekebalan tubuh serta kemampuan melawan infeksi. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, maka turut membantu penderita dalam menjaga berat badan sekaligus menekan resiko berbahaya seperti penyakit jantung, diabetes, kanker hingga osteoporosis. Nutrisi yang sehat dan cukup akan menunjang sistem imun dalam melawan virus. Asupan nutrisi yang bagus juga membantu mengendalikan gejala HIV sekaligus menekan efek samping terapi pengobatan.

Asupan nutrisi sehat yang dimaksud tentunya bersumber dari makanan sehat dengan kadar gizi yang seimbang. Meskipun baik bagi tubuh, makan makanan tersebut juga tidak lantas dilakukan berlebihan. Makan sesuai dengan takaran dan porsinya. Diet yang baik bagi penderita HIV antara lain

Makanan Bertepung
Makanan bertepung dijadikan sebagai dasar diet, sepertiga dari total konsumsi makanan Anda tiap harinya. Makanan ini antara lain nasi, singkong, kentang, pisang hijau, roti, sereal, pasta, makanan dari jagung dan juga ubi. Mengandung karbohidrat sebagai energi, makanan jenis ini juga menawarkan mineral, vitamin serta serat.

Buah dan sayur
Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral serta serat. Usahakan makan buah ataupun sayuran setidaknya 5 porsi atau lebih tiap harinya. Buah dan sayur ini dapat membantu melindungi tubuh dari kanker serta penyakit jantung. Buah dan sayur rendah lemak sehingga dapat meningkatkan proporsi diet yang juga bagus untuk menurunkan berat badan.

Lemak
Lemak ada dalam mentega, minyak goreng, daging hingga makanan berdasar protein lain yang meyimpan energi, asam lemak esensial serta vitamin A, D, E dan K. anda bisa memperoleh lemak tak jenuh ini dari minyak ikan, kacang-kacangan ataupun biji-bjian, alpukat, minyak zaitun serta minyak sayur. Sementara lemak jenuh justru dapat meningkatkan kolesterol, seperti yang ditemukan pada daging, keju, mentega.

Produk susu
Untuk mencegah kekurangan kalsium, maka ada banyak produk susu seperti halnya susu, keju ataupun yogurt yang juga menyimpan vitamin dan mineral. Apabila Anda tidak bisa menerima produk susu ini, maka alternatif kedelai dengan kandungan susu beras ataupun gandum, sayuran hijau gelap, buah ara kering, apricot, serta kacang-kacangan bisa menjadi pilihan yang baik.

Hindari Makanan yang Terlalu Berlemak, Manis ataupun Asin
Gula juga sebisa mungkin Anda tekan konsumsinya bagi para penderita untuk menjaga berat badan. Terlalu banyak garam juga bisa memicu tekanan darah tinggi dan dalam kadar tertentu dapat meningkatkan resiko stroke dan penyakit jantung.

Mempertahankan asupan nutrisi dalam suatu diet sehat tentunya akan membantu pasien dalam mengatasi HIV serta menunjang kinerja sistem kekebalan tubuh. Selain hal dengan asupan yang baik, pasien juga dianjurkan untuk melakukan program olahraga yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan kebugarannya.

China Optimis Siap Pasarkan Injeksi AIDS Agustus Mendatang
Info Informasi Tentang HIV/AIDS Topik Kesehatan

China Optimis Siap Pasarkan Injeksi AIDS Agustus Mendatang

China optimis bahwa pada bulan Agustus ini mereka dapat menyediakan suntikan jangka panjang guna mengobati puluhan ribu warganya yang terinfeksi HIV. Obat yang bernama Albuvirtide tersebut baru saja disetujui oleh otoritas setempat melalui laman resminya. Obat yang dikembangkan oleh pusat penelitian bioteknologi di Nanjing itu dapat diberikan tiap minggu untuk mencegah fusi virus dengan selaput sel induk sehingga mengganggu siklus hidup HIV di tahap awal.


Menurut perusahaannya, kelebihan dari obat ini adalah meningkatkan kesadaran pasien, meningkatkan kualitas hidup serta menekan biaya pengobatan bagi pasien HIV. Situs kesehatan resmi pemerintah China memuat obat ini menawarkan sebuah terobosan dalam pengobatan HIV di China. Keberadaan Albuvirtide ini sekaligus memperbaiki situasi pengobatan yang buntu bagi perawatan pasien HIV AIDS. Obat ini juga menawarkan alternatif untuk pasien yang telah kebal terhadap obat-obatan yang sudah ada saat ini.


Di China, pengobatan pasien HIV selama ini masih mengandalkan obat generik ataupun impor dimana tiap pasien HIV / AIDS wajib menenggak sejumlah pil setiap harinya. Albuvirtide juga memiliki efek samping yang cenderung lebih sedikit dibanding obat yang selama ini digunakan, utamanya bagi organ hati. Selama ini diketahui bahwa hati merupakan salah satu organ tubuh yang perlu diperhatikan saat mengikuti terapi pengobatan. Obat tersebut juga telah diuji klinis secara intensif selama 10 tahun dengan ratusan pasien. Dengan pengujian yang dirasa sudah cukup komprehensif dan tingkat kebutuhan yang semakin mendesak, wajar jika pemerintah China meloloskan obat ini ke pasar bulan depan.


Komisi Kesehatan China pada tahun 2017 mencatat setidaknya 57.194 pengidap HIV AIDS baru, dimana ada 15.251 orang dilaporkan meninggal lantaran penyakit itu. Dengan demikian, wajar jika China memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini. Tingkatan ini terbilang oleh sudah mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan yang lebih serius. Selain halnya melakukan pengobatan, sejumlah tindakan pencegaha juga turut diupayakan oleh pemerintah China.


Pada tahun 2017 lalu, anggota dewan di China membuat sebuah gerakan upaya pencegahan serta pengobatan untuk HIV AIDS dalam negeri. Gerakan ini memiliki tujuan untuk mendiagnosa 90 persen pasien HIV AIDS di tahun 2020 sekaligus memastikan bahwa jumlah pasien yang telah didiagnosa tersebut berhasil diobati. Salah seorang ahli HIV AIDS di China menyatakan bahwa pelulusan obat ini lebih dikarenakan efektifitas dan tingkatan kebutuhan yang semakin mendesak. Terlepas dari apakah obat-obatan tersebut diimpor ataupun obat buatan dalam negeri, ada banyak pasien yang harus diperhatikan kebutuhannya.


Namun demikian, pusat penelitian China tersebut tetap akan mengikuti tren perkembangan pengobatan HIV AIDS dunia. Mereka juga tetap mengacu pada penelitian internasional dalam pengembangan obat-obatan dalam negeri tersebut. Kita pun boleh berharap akan kesuksesan China dengan obat ini dan dapat menyebarluaskan pengobatan alternatif dengan terapi yang lebih bersahabat.

Jangan Ragu Tes HIV AIDS, Seperti Ini Saja Tahapannya
Info

Jangan Ragu Tes HIV AIDS, Seperti Ini Saja Tahapannya

Merasa takut saat dianjurkan melakukan tes HIV adalah hal yang lumrah. Orang akan mengasumsikan hal buruk saat mendengar tes ini lantaran kurang siap untuk menghadapi hasilnya. Yang perlu diingat bahwa sebenarnya tes ini sama saja dengan tes kesehatan lainnya, untuk mengenali kondisi kesehatan. Semakin cepat mengetahui hasilnya, semakin besar pula peluang untuk penanganan yang diperlukan.

VCT (Voluntary Counseling and Testing) merupakan tes yang bertujuan untuk mengetahui status HIV seseorang dan dilakukan sukarela hasil dari tes ini berguna untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Dengan tahapan sederhana yang terbagi dalam 3 tahapan ini sebenarnya sangat sederhana, antara lain

1. Pra-Tes (Awal)
Saat pra-tes ini, orang akan diberi konseling dahulu untuk memberi pemahaman mendasar tentang HIV maupun AIDS, manfaat dan kerugian diagnosa infeksi, dan seperti apa seharusnya seseorang menanggapi hasil tes positif. Selanjutnya, peserta tes diminta menyetujui informed consent sebelum darah mulai diambil. Seseorang yang telah diberi konseling bisa saja membatalkan tes. Biasanya yang dipertanyakan oleh peserta tes adalah masalah kerahasiaan.

2. Cek Darah
Usai dikonseling dan peserta menyetujui melanjutkan tes, maka proses berikutnya yaitu pemeriksaan darah. Klien diambil darahnya menggunakan jarum sekali pakai di klinik VCT tersebut. Pemeriksaan yang diterapkan umumnya berupa tes cepat yang sudah bisa keluar hasilnya 20-30 menit pasca sampel darah diambil.

3. Pasca-Tes (Akhir)
Proses terakhir yaitu pembahasan hasil cek darah bersama petugas konselor di klinik VCT. Pada post test ini, konselor akan membuka hasil cek darah langsung di depan peserta tes. Hasil pemeriksaan tersebut hanya diberikan kepada klien, dan tidak akan diberi pada pihak lain tanpa adanya persetujuan dari peserta tes.

Konselor membahas tindak lanjut seperti apa yang dapat dilakukan mengacu pada hasil test baik itu negatif ataupu positif. Bila hasil tes menunjukkan negatif, dapat dilakukan test ulang (3 atau 6 bulan berikutnya) demi memastikan keamanan peserta dari masa window periode HIV. Jika hasilnya positif, peserta pun mendapatkan pemeriksaan berikutnya misalnya tes CD4 dengan terapi pengobatan ARV (antiretroviral).

Bagaimana? Sederhana sekali bukan? Anda pada intinya hanya perlu mengikuti arahan konselor dan melakukan tes darah. Setelah hasilnya keluar, barulah Anda bisa membahas tindakan apa berikutnya yang dapat dilakukan untuk kondisi Anda.

Langkah Manusia Mencari Vaksin HIV Semakin Dekat
Info

Langkah Manusia Mencari Vaksin HIV Semakin Dekat

Langkah Manusia Mencari Vaksin HIV Semakin Dekat

Berita positif juga terdengar dari kalangan ilmuwan kesehatan yang semakin dekat dengan vaksin HIV yang efektif dan aman. Seperti yang diketahui bahwa pencarian vaksin seperti ini telah berjalan nyaris 40 tahun lamanya. Saat ini, para ilmuwan kesehatan merasa semakin optimistis bahwa mereka sudah selangkah lebih jauh dalam pencarian tersebut. Mereka dengan penuh pertimbangan seksama telah melakukan uji coba vaksin baru bagi manusia dimana sampel monyet berhasil memberikan hasil menggembirakan.

Dalam hasil suatu penelitian yang dimuat dalam jurnal The Lancet, pengujian pengobatan ditujukan demi menghasilkan reaksi kekebalan atas HIV bagi pasien dewasa yang sehat serta melindungi monyet atas infeksi virus yang identik dengan HIV. Sang peneliti utama, Dan Barouch asal Harvard Medical School menyebut bahwa penelitian ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan penelitian HIV. Namun demikian, hasil pengujian ini tetaplah memerlukan penelitian lebi lanjut. “Kami puas atas hasil saat ini … namun kami belum bisa berasumsi bahwa vaksin ini dapat bekerja sepenuhnya pada manusia,” terang Profesor Barouch pada The Health Report.

Demi menguji teori tersebut, saat ini para peneliti memberikan vaksin terhadap 2.600 perempuan di wilayah Afrika Selatan yang memiliki risiko tertular HIV AIDS. “Ini merupakan konsep vaksin HIV yang kelima dan akan diuji efektifitasnya terhadap manusia dalam sejarah epidemi global selama 35 tahun,” ujar Profesor Barouch. Dilaporkan nyaris 37 juta orang di penjuru dunia hidup bersama HIV dimana tercatat ada sekitar 1,8 juta kasus baru tiap tahun.
Satu hal yang menjadi tantangan utama dalam pengembangan vaksin HIV yaitu kemampuan virus dalam bermutasi membuat sistem kekebalan tubuh manusia tak berguna.

Selain itu, ada banyak sekali jenis HIV sementara uji coba vaksin terdahulu selalu terbatas pada jenis virus HIV tertentu pada wilayah tertentu saja. Akan tetapi dalam penelitian ini, ilmuwan menerapkan vaksin ‘mosaik’ yaitu menggabungkan potongan bermacam jenis virus HIV demi mendapatkan respon kekebalan terhadap bermacam varian HIV.

Pada tahun 2015 yang lalu, ada Profesor Barouch bersama timnya yang menguji berbagai kombinasi vaksin mosaik terhadap orang dewasa sehat di wilayah Afrika Timur, Afrika Selatan, Thailand hingga Amerika Serikat. Dalam pengujian tersebut, terdapat sejumlah 393 partisipan diberi 4 vaksinasi dalam 48 minggu.

Tiap kombinasi vaksin diketahui aman serta ditanggapi oleh tubuh di pasien dengan baik sekaligus menghasilkan memberikan anti-HIV. Para peneliti juga memberikan kombinasi vaksin ‘mosaik’ pada 72 ekor monyet untuk menguji ketahanan atas virus yang identik dengan HIV. “Vaksin ini dapat menjanjikan 67% perlindungan atas virus yang menyerupai HIV AIDS,” terang Profesor Barouch.

Dikarenakan memberikan dampak positif pada monyet dan aman digunakan pada manusia, maka vaksin mosaik ini pun layak untuk ditingkatkan ke penelitian skala yang lebih lanjut demi mengetahui apakah vaksin ini efektif mencegah infeksi HIV bagi manusia. Hal ini tentunya menjadi suatu kemajuan positif yang cukup signifikan.

Tips Merawat Pasien HIV di Rumah
Info

Tips Merawat Pasien HIV di Rumah

Memberikan perawatan bagi penderita HIV memang bukan perkara mudah. Baik dari segi fisik dan mental, perawatan ini menuntut banyak usaha demi membantu pasien mengendalikan emosi dan memberikan pengobatan. Di lain sisi, Anda juga tak dapat menyembunyikan rasa takut akan penulatan HIV. Hal ini wajar, mengingat sebagai orang yang paling dekat dengan pasien secara otomatis membuat resiko tertular Anda semakin tinggi.

Perawatan di rumah tentu saja menuntut kesabaran Anda dalam menjaga pasien tetap sehat jasmani dan rohani. Salah-salah bisa saja Anda ikut tertular atau mengalami stress berat. Ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk perawatan ODHA di rumah, antara lain

Tips Merawat Pasien HIV di Rumah– Pelajari HIV

Agar dapat merawat pasien HIV dengan efektif, Anda sebaiknya mengenal dan memahami HIV. Hal ini selain untuk merawat pasien, juga unutk melindungi diri Anda agar tidak tertular. Cari fakta dan informasi valid sebanyak mungkin bersumber dari lembaga atau organisasi terkemuka. Layanan resmi dari Departemen Kesehatan Daerah ataupun lembaga lain yang relevan di sekitar Anda juga bisa Anda manfaatkan. Tentunya dengan semakin banyaknya pengetahuan tentang HIV, maka Anda akan lebih siap saat dihadapkan pada berbagai kondisi.

– Ajak Mengobrol

Bukan sekedar mengoborl, coba ajak pasien berbicara tentang penyakitnya hingga mereka mau berbagi supaya Anda bisa lebih memahami kondisi jasmani dan rohani mereka. Tindakan ini juga membangung trust kepada Anda sehingga lebih mudah dalam memberikan pertolongan dan perawatan. Namun perlu diingat pula, jika pasien belum ingin membahasnya maka jangan dipaksakan. Anda yang sudah mendapat kepercayaan pasien pun juga harus menjaga kepercayaan tersebut dengan tidak membocorkan informasi yang dirasa sensitif dan tidak ada perlunya.

– Perhatikan Nutrisi

Dengan kondisi kesehatan yang dilemahkan oleh HIV, pasien harus mengonsumsi makanan sehat lebih banyak demi menjaga aktivitas tubuh tetap berjalan. Tanpa makanan sehat bernutrisi yang cukup, mustahil kondisi badan dapat membaik. Anda juga bisa berkonsultasi kepada dokter dan ahli gizi guna menemukan pola makan sesuai bagi pasien HIV. Perhatikan pula penyiapan makanan bagi pasien HIV mulai dari keamanan hingga kebersihan. Anda harus memastikan bahwa tangan, alat masak hingga wadah menyiapkan makanan senantiasa steril.

Tips Merawat Pasien HIV di Rumah

– Bantuan

Tak menutup kemungkinan pada suatu ketika Anda tidak sanggup mengatasi situasi tertentu. Anda juga merasa kurang yakin atas keamanan diri Anda ketika menangani pasien HIV. Dalam kondisi seperti ini, Anda bisa menghubungi dokter agar keadaan tidak bertambah parah. Anggota keluarga ataupun keberadaan orang lain dalam rumah bisa jadi bantuan yang sangat penting. Makin banyak tangan yang menolong, maka makin besar pula peluang penanganan berhasil dengan selamat.

Demikian beberapa tips yang perlu Anda pertimbangkan jika memutuskan untuk merawat pasien HIV di rumah. Yang lebih diperhatikan lagi adalah kesehatan tubuh Anda sendiri. Tentu Anda tidak akan sanggup merawat orang lain ketika tubuh Anda sendiri tidak sehat. Hindari kelelahan dengan istirahat yang cukup, olahraga rutin dan menjaga sistem imun melalui makanan bergizi.

Fakta Tentang HIV yang Perlu Diketahui
Info

Fakta Tentang HIV yang Perlu Diketahui

Seperti namanya, HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Virus ini melemahkan daya tahan ini membuat seseorang yang terinfeksi menjadi lebih mudah terserang penyakit lain. Dengan metode penularan dan gejala yang tidak mudah untuk dideteksi, virus ini tergolong berbahaya karena dapat berujung pada kematian pasien. Sayangnya, informasi yang simpang siur semakin memperparah kondisi ini. Membuat HIV terdengar semakin menakutkan karena adanya pemahaman yang salah.

Seperti yang disampaikan oleh AIDS Foundation South Africa, ada beberapa fakta tentang HIV yang perlu diluruskan. Hal ini bertujuan agar tidak memancing anggapan yang semakin keliru hingga menyulitkan penanganan  bagi para penderita. Hal tersebut antara lain;

– HIV Bukanlah AIDS

HIV dengan AIDS merupakan 2 hal berbeda dimana HIV adalah virus penyebab infeksi, sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan sekumpulan gejala yang dipicu oleh HIV. Ketika tubuh terinfeksi oleh virus, termasuk HIV, secara otomatis tubuh akan merespon dengan penolakan dengan membuat suatu antibodi untuk melawan virus tersebut.

– Masih Bisa Punya Anak

Menikah bersama pasangan pengidap HIV hingga memiliki keturunan bukan menjadi hal mustahil. Namun prosesnya berbeda dimana ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) wajib berkonsultasi dulu dengan dokter. Selanjutnya, dokter bisa meminta pasien ikut tes Cluster Differentiation 4 (CD4) secara rutin guna mengendalikan jumlah sel darah putih. Selain itu, kesehatan diri juga wajib dinyatakan baik dengan tidak adanya infeksi dan penyakit berbahaya.

– Gejala Awal Sulit Dideteksi

Selama 1 hingga 2 bulan pertama HIV merasuki tubuh, mayoritas orang menganggap sebagai gejala flu atau yag populuer disebut ARS (acute retroviral syndrome). Namun dalam beberapa kasus, HIV bahkan tidak memicu gejala apapun hingga bertahun-tahun.

– Masih Bisa Berumur Panjang

Walaupun hingga saat ini masih belum ada metode penyembuhan ataupun vaksin HIV AIDS, adanya ART (Antiretroviral Therapy) dapat membantu pasien HIV dapat hidup lebih lama. Selain halnya membantu si pasien tetap sehat, terapi ini juga bertujuan mengendalikan penularan HIV lebih jauh. Terbukti dengan banyaknya ODHA yang masih bisa berkarya walau sudah dinyatakan positif terkena HIV. Berkumpul bersama komunitas juga dapat meningkatkan harapan dan semangat hidup pengidap HIV.

Fakta Tentang HIV Yang Perlu Diketahui

– Obat Belum Efektif Dalam Mencegah Penularan

Hingga saat ini, obat-obatan antiretroviral hanya dapat membantu para pengidap HIV-AIDS agar tetap hidup produktif serta berkualitas. Jika hasil sesuai dengan harapan, terapi obat-obatan ini juga bisa menekan jumlah virus di dalam darah. Dengan pengobatan yang rutin dan terkendali, HIV bisa saja dikatakan tidak ada ketika pasien melakukan tes darah. Akan tetapi, penelitian juga menunjukan bahwa HIV ini mungkin saja bersembunyi di tempat lain. Dengan demikian, pencegahan masih menjadi hal paling efektif.

Demikianlah beberapa informasi yang perlu anda ketahui tentang HIV. Dengan memiliki pemahaman yang benar, tentunya kita dapat menyikapi kondisi tersebut dengan lebih baik pula. Tak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, perawatan terhadap ODHA juga memerlukan pemahaman yang benar pula agar pengobatan yang dilakukan lebih efektif.

Seputar Penyakit Berbahaya HIV Aids
Info

Seputar Penyakit Berbahaya HIV Aids

Membahas seputar HIV atau AIDS memang sdah bukan lagi hal yang baru karena game satu ini sudah ada cukup lama khususnya di Indonesia. HIV ini disebabkan oleh serangan virus yang mana menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga seseorang akan nudah sakit dan sebagainya. HIV pertama kali ditemukan di Kongo san kemudian menyebar ke seluruh duni termasuk Indonesia ini. Penyakit ini bak momok di Indonesia dan bahkan seseorang akan sangat menghindari penderita HIV karena ketakutan mereka akan tertular.

Sampai saat ini virus JIV atau AIDS ini sama sekali belum bisa diobati sehingga para penderitanya hanya bisa ditangani dengan menggunakan obat-obatan yang berfungsi untuk memeperlambat perkebangan virus di tubuh seseorang. Dengan penanganan seperti ini seseorang masih tetap bisa menjalani hidup lebih lama dan seorang ibu positif HIV yang hamil dapat meminimalkan peluang menularka HIV kepad anaknya.

Penyakit HIV AIDS ini memang tidak begitu saja dapat menular namun tetap harus diwaspadai. HIV atau AIDS ini biasanya menular dengan melalui kontak seorang positif HIV dengan hubungsn seksusl. Penggunaan jarum suntik atau alat-slat suntik lain yang tidak steril dan sudah terkontaminasi dengan virus HIV juga dapat menyebabkan tertularnya virus. Transfusi darah dengan orang yang positif HIV juga bisa menularkan viris HIV. Jadi jika hanya melakukan kontak dengan penderita HIV tanpa melakukan hal-hal diatas tadi pastinya tidak langsung akan tertular.

Penyakit atau virus HIV ini memang tidak bisa disembuhkan atau lebih tepatnya belum bisa disembuhkan. Tapi, masih ada beberapa cara untuk bisa menangani penderita HIV sehingga perkembangan virus dapat dikendalikan dan dapat memperpanjang usia penderita AIDS. Dengan melakukan beberapa penanganan medis seperti penggunaan obat-obatan dapat meringankan virus baik pada orang yang baru saja mengalami gejala AIDS sampai orang-orang yang sudah positif AIDS bahkan pada ibu hamil pengidap AIDS agar tidak menulsr pada sang anak.

Perkembangan viris AIDS dapat dikurangi atau dikendalikan dengan menggunakan obat-obatan seperti ARV. Obat ini terdiri dari beberapa golongan dan biasanya diberikan kepada penderita AIS begitu juga pada ibu hamil pengidap AIDS. Hanya saja pada ibu hamil pengidap AIDS diberikan ARV khusus untuk ibu hamil. Sedangkan bagi orang-orang yang baru saja mnedapati gejala AID, diberikan obat PEP sesegera mungkin 3 x 24 jam agar dapat tertolong.

Cara lain yang juga dapat digunakan untuk membantu mengendalikan virus HIV yang terdiri dari protein yang sulit untuk diredam dan juga mudah bermutasi, para ahli menggunakan radiasi yang dikombinasikan dengan transplantasi pada sel induk. Sati lagi cara mengendalikan HIV AID adalah dengan cara penetralan pada sel antibodi seorang penderita HIV.

Penanganan Medis bagi Ibu Hamil yang Positif HIV
Info

Penanganan Medis bagi Ibu Hamil yang Positif HIV

HIV menjadi momok bagi siapapun dan bahkan banyak juga orang-orang positif HIV yang dihindari karena ketakutan akan tertular virus ini. Penyakit ini memang belum ada obatbya, jikapun memang ada bukan untuk mengobati tapi untuk mengurangi perkembangan virus HIB itu sendiri. Inilah yang menjadi ketakutan banyak orang sehingga membuat banyak orang yang hobi Nontonfilm88 memilih untuk menghindari penderita HIV.

Sebetuknya virus HIV ini tidak menular begitu saja. Viris HIV bisa menukar jika melalui hubungan seks, atau melalui transfusi darah dan juga penggunaan peralatan suntik yang sudah terkontaminasi oleh virus HIV. Dan satu lagi, bayi juga dapat tertular virus HIV jika sang ibu sdalah positif pengidap HIV. Penularan pada bayi dapat terjadi pada saat masa kehamilan, pada saat proses melahirkan atau pada saat proses menyusui. Sudah ada banyak kasus dimana bayi positif mengidap viris HIV disebabakan oleh oleh tua atau ibu yang mengalami dan positif mengidap HIV ini.

HIV AIDS memang belum dapat disembuhkan karena memang belum ada obat yang dapat menyrmbuhkannya. Akan tetapi di beberapa hal, ada beberapa obat yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan terhadap oenderita HIV ini. Jadi obat yang digunakan memang tidak menyembuhkan akan tetapi bisa digunakan untuk membantu mengurangi dan menekan pertumbuhan virus HIV.

Dengan begitu penderita HIV bisa memiliki usia yang lebih panjang. Jenis obat yang digunakan untuk penderita HIV adalah ARV atau antiretroviral. Obat ini terdiri dari beberapa golongan yaitu NNRTI, NRTI, protease inhibitor, entry inhibittor, dan integrace inhibitor. Obat-obatan ini dapat membantu para penderita HIV untuk bisa mendapatkan usia hidup yang lebih lama dan bisa membantu mereka menjalani pola hidup yang lebih baik lagi. Meskipun begitu, tentu saja obat ini juga memiliki efek samping jika terus-terusan digunakan meskioun memang efeknya tidak begitu berbahaya. Selain dengsn obat, saat ini para penderita HIV juga coba ditangani dengan menggunakan radiasi dan juga trsnsplantasi sel.

Mungkin penanganan-penanganan tersebut bisa digunakan untuk penderita HIV umum lalu seperti apakah penanganan HIV pada ibu hamil? Ibu dan bayi dapat diselamatkan dengan penanganan HIV yang tepat. salah satunya adalah dengan menggunakan obat ARV khusu untuk ibu hamil. Obat ini akan dapat membantu mencegah penularan virus HIV dari ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya. Disarankan bagi para ibu hamil untuk melakukan operasi caesar untuk nelahirkan bayinya sehingga potensi menularkan virus HIV pada anaknya akan semakin kecil. HIV juga dapat ditularkan melalui menyusui jadi akan lebih baik jika ibu positif HIV tidak memberikan asi kepada bayi agar tidak tertular HIV. Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati virus HIV/AID

Penanganan Medis untuk Para Penderita HIV AIDS
Info

Penanganan Medis untuk Para Penderita HIV AIDS

HIV atau AIDS merupakan jenis penyakit yang sudah cukup banyak dikenal dan merupakan jenis penyakit yang juga dianggap mematikan. Sudah banyak orang yang menjadi korban dari penyakit ini meskipun memang cara penularannya tergolong tidak mudah. Penyakit HIV atau AID ini dapat menular dengan melalui jarum suntik yang digunakan bergantian dengan penderita AIDS dan juga melalui hubungan seksual. Penyakit ini juga masih sulit untuk disembuhkan. Tapi sangat penting juga bagi kita untuk mengetahui seperti apa caranya untuk menangani penyakit HIV atau AIDS ini secara medis sehingga kita bisa tahu bagaimana menghadapi penyakit yang satu ini.

Penyakit HIV ini memang sulit untuk disembuhkan dan beragam cara pun sudah banyak dicoba untuk dapat menyembuhkan penyakit. Tapi belum juga berhasil sehingga masih saja penderita HIV AIDS ini berjuang untuk hidup. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa penyakit ini sulit untuk disembuhkan. HIV ini memiliki struktur protein yang terdiri dari trimer atau 3 bagian. Ini yang menyebabkan HIV sulit untuk disembuhkan karena salah satu bagian dari trimer ini aktifitasnya sulit untuk diredam yaitu bagian env. Para ahli yang hobi judi bola masih sulit untuk membuat vaksin untuk meredam aktifitasnya. Buka hanya itu saja, faktor lainnya yang menyebabkan HIV sulit disembuhkan juga karena env juga dapat bermutasi dengan sangat mudah.

Namun begitu, ada beberapa cara juga penanganan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi HIV ini. Saat ini, mulai dikembangkan cara untuk mengobati HIV dengan cara transplantasi pada sell induk yang dikombinasikan dengan radiasi. Selain menggunakan cara tersebut, ada lagi cara yang juga dikembangkan untuk bisa mengatasi penyakit HIV ini ysitu dengan menggunakan penetral antibodi. Dengan cara ini, diketahui seperti apa sel-sele kekebalan dalam tubuh mengeluarkan antibodi yang dapat menetralkan antibodi HIV. Penyakit ini memang bisa dikatakan sebagai penyakit yang bandel. Oleh karena itu sebisa mungkin jangan lakukan hal-hal yang dapat berpotensi menyebarkan HIV. Terapkan pola hidup sehat dan hidup bersih.

Apakah HIV dan AIDS Bisa di Obati?
Info

Apakah HIV dan AIDS Bisa di Obati?

AIDS atau juga HIV adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan sampai pada saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Virus HIV ini pun sudah menyrbar atau mewabah ke seluruh dunia termasuk di Indonesia ini. Penyakit ini menjadi sulit untuk disembuhkan karena ada satu bagian virus yang memang sangat mudah bermutasi serta sulitnya aktifitas virus untuk diredam. Meskipun tidak atau belum bisa untuk disembuhkan, beberapa penanganan medis yang selama ini diberikan kepada penderita HIV ini bisa membantu untuk menekan pertumbuhan dari virus HIV. Dengan begitu dapat membantu para penderita HIV yang bermain judi online menggunakan beberapa jenis obat baik untuk yang baru saja mengalami tanda-tanda HIV maupun untuk yang sudah positif HIV.

Untung penanganan menggunakan obat, ada beberapa jenis obat yang dapwt digunakan untuk melawan atau menekan perkembangan virus baik untuk awal penyakit HIV dan juga untuk positif HIV. Untuk orang-orang yang baru saja mengalami tanda atau gejala HIV, biasanya akan bisa ditangani dengan menggunakan obat-obatan post exposure prophylaxis atau juga biasa disebut dengan PEP. Kemudian untuk penderita ysng memang sudah positif virus HIV ini akan mendapatkan penanganan dengan obat-obatan ARV yang mana terdiri dari beberapa golongan. Jadi orang-orang yang positif HIV ini akan terbantu untuk dapat mengurangi dan menghambat perkembangan virus.

HIV-AIDS

Selain penanganann dengan menggunakan obat-obatan tersebut, ada juga beberapa cara lainnya untuk menangani HIV ini dan masih terus dikembangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan menetralkan antibodi seseorang yang menderita HIV ini. Jadi dipelajari seperti apa sel immune mengeluarkan antibodi untuk bisa menetralisir antibodi HIV. Selain itu, cara lain untuk penanganan medis HIV adalah dengan menjalankan radiasi dan kemudian dikombinasikan dengan tindakan transnplantasi sel induk. Cara ini masih dicoba digunakan untuk kera dengann HIV dan segera dicoba pada manusia yang positif untuk HIV. Semua cara tersebut memang memiliki efek tentu saja akan tetapi bisa membantu para penderita untuk mengurangi perkembangan virusnya.

Stigma Penderita HIV AIDS
Info

Stigma Penderita HIV AIDS

Satu jenis penyakit yang bisa cukup mematikan dan disebabkan oleh virus adalah penyakit AIDS. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga seseorang menjadi sangat rentan. Biasanya stigma atau perlakuan buruk didapatkan oleh penderitanya. Virus HIV juga sangat sulit untuk dimatikan karena memang dapat bermutasi dengan mudah serta aktifitasnya sulit untuk diredam. Sampai saat ini masih belum ditemukan pengobatan untuk bisa menyembuhkan HIV AIDS.

Hanya saja ada obat-obatan dan penanganan medis yang dapat membantu para penderita AIDS untuk mengurangi dan juga mengendalikan perkembangan dari virus HIV ini. Jadi, peluang hidup bagi penderita AIDS bisa lebih lama. Dengan langkah pengobatan medis ini juga dapat diterapkan pada ibu hamil yang tengah mengidap HIV. Jadi bayi yang dikandungnya dapat terselamatkan dan bisa memiliki peluang tidak tertular penyakit HIV atau AIDS ini. Oleh karena itulah penting bagi kita semua untuk memahami bagaimana penanganan pada penderita HIV.

Ada beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk bisa menangani masalah penyakit atau virus AIDS ini. Jadi, telah dikembangkan cara yang digunakan untuk penyembuhan HIV AIDS dan telah dicobakan pada primata dan berhasil. Cara ini juga akan dicoba pada manusia yaitu dengan mengkombinasikan pengobatan radiasi dengan proses transplantasi sel pada penderita HIV AID yang diharapkan dapat menyembuhkan penyakit mematikan ini.

Obat ARV

Cara lainnya yang juga dikembangkan untuk dapat mengatasi penyakit AIDS adalah dengan melakukan penetralan pada antibodi di tubuh penderita AIDS ini. Virus HIV adalah salah satu jenis virus yang sangat mudah untuk bermutasi dan juga aktifitasnya sulit untuk diredam. Hal ini juga yang menyebabkan kenapa belum juga ada vaksin HIV yang berhasil dibuat dan masih belum bisa untuk disembuhkan. Beberapa upaya medis yang dilakukan belum dapat menyembuhkan HIV AIDS tapi setidaknya mampu sedikit mengendalikan perkembangan virus ini. Meski demikian, bagi pemain poker online yang biasanya suka bergaul bebas tentu saja harus berhati-hati terhadap virus ini.

Untuk menangani HIV ini juga digunakan beberapa jenis obat-obatan yang diharapkan dapat membantu terutama untuk pengendalian virus. Salah satu jenis obat yang digunakan pada penderita HIV adalah obat ARV. Obat ARV ini terdiri dari beberapa golongan. Obat ini digunakan pada penderita AIDS dan juga digunakan pada ibu hamil positif AIDS namun khusus untuk ibu hamil.

Obat ini bukan untuk mengobati hanya dapat membantu mengurangi perkembangan dari virus AIDS dan juga dapat membantu memperkecil peluang bayi tertular AIDS jika ibunya positif AIDS. Bagi orang-orang baru yang mendapati gejala AIDS bisa ditangani dengan obat bernama PRP. Dengan obat ini orang yang baru saja mengalami gejala AIDS dapat ditangani. Jadi pastikan kalian tahu seperti apa HIV AIDS dan bagaimana gejalanya lalu seperti apa penanganannya sebagai pengetahuan. Jadi akan tahu tindakan seperti apa yang dilakukan jika tahu ada yang mengidap AIDS.

Virus HIV, Ini Dia Gejala dan Cara Penularannya
Info

Virus HIV, Ini Dia Gejala dan Cara Penularannya

Seiring berjalannya waktu pencarian obat dari virus HIV dengan Aids yang disebabkannya terus mengalami progress, meski bukan progress yang signifikan tetapi minimal tidak berhenti pada satu tahap saja karena kini harapan hidup yang dimiliki para penderita penyakit ini sudah lebih panjang. Namun tentu obat paten yang bisa menyembuhkan HIV Aids secara paripurna terus diharapkan kehadirannya, oleh sebab itu masyarakat terus dihimbau untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan HIV Aids ini menjangkit mereka, upaya yang telah dilakukan misalnya sosialisasi yang berkesinambungan dan sistematis kepada masyarakat terkait faktor pemicu HIV Aids serta gejala yang ditimbulkan penyakit ini, selain itu regulasi terkait faktor-faktor pemicu penularan penyakit yang satu ini pun diperketat.

Untuk membantu anda yang hobi untuk akses situs judi online untuk memahami HIV Aids secara lebih jauh, serta agar anda mampu melakukan pencegahan dini terhadap penyakit mematikan yang satu ini, di bawah ini telah dirangkum hal-hal apa saja yang dapat menjadi media penularan HIV Aids. Hal-hal yang dimaksud antara lain melalui cairan namun cairan yang dimaksud bukan cairan keringat, air liur, maupun urine seperti banyak rumor yang beredar di masyarakat karena meskipun terdapat virus HIV di dalam cairan tersebut namun tidak dalam takaran yang cukup menularkan HIV kepada orang lain.

Carian yang dapat menularkan HIV ke orang lain adalah darah, dinding anus, air susu ibu, sperma, serta cairan vagina. Proses transfusi darah yang dilakukan dari pengidap HIV Aids kepada orang lain merupakan salah satu jalan darah mengantarkan virus ini, selain itu darah yang masih tertempel dalam jarum suntik yang digunakan oleh penderita HIV yang kemudian digunakan kembali oleh orang lain pun dapat menjadi media penularan yang baik, kemudian air susu ibu yang mengidap HIV pun dapat mengantarkan virus ini menjalari si peminum susu tersebut, dan tentu saja cairan sperma dan cairan vagina dari si penderita HIV dapat menularkan virus tersebut kepada pasangan seksualnya.

Ibu Hamil

Setelah mengetahui cara penularannya anda pun harus mengetahui gejala yang dialami si penderita, yaitu sebagai berikut:

Tahap Pertama
Tahap pertama disebut sebagai masa serokonversi dimana si penderita mengalami gangguan kesehatan layaknya orang yang terserang flu, seperti mengalami sakit tenggorokan, demam, ruam-ruam di tubuh yang kebanyakan tidak gatal, penurunan berat badan secara drastis, diare, mudah lelah, nyeri sendi dan nyeri otot. Gejala-gejala di atas menandakan sistem kekebalan tubuh anda sudah terganggu, namun karena gejala-gejala di atas belum spesifik mengindikasikan suatu penyakit maka sebaiknya anda melakukan tes HIV ketika mengalami gejala di atas, terutama setelah anda melakukan hal-hal yang menjadi cara penularan HIV Aids seperti membuat tato, melakukan seks dan lain-lain.

Tahap Kedua
Tahap kedua disebut sebagai masa inkubasi, dalam tahap ini si penderita tidak mengalami masalah gangguan kesehatan apapun karena memang gejala-gejala di tahap pertama sudah hilang, namun justru pada tahap inilah virus HIV ini merusak tubuh anda perlahan-lahan dan anda pun sudah bisa menularkan virus ini kepada orang lain.

Tahap Terakhir
Jika HIV terlambat diketahui pada kedua tahap sebelumnya maka HIV akan menginveksi anda, dalam tahap ini anda akan amat sangat mudah terserang penyakit, tahap inilah yang disebut sebagai Aids. Gejala yang timbul berupa demam tinggi lebih dari 2 minggu, selalu merasa lelah, berkeringat setiap malam, berat badan turun drastis, sesak napas, diare yang sangat parah dan lama, infeksi jamur di mulut, tenggorokan dan juga vagina, mudah terkena luka pada bagian-bagian tubuh luar. Informasi tersebut juga diketahui oleh bettor yang ada di agen sbobet

Sejarah Perkembangan HIV dan Aids Di Dunia
Info

Sejarah Perkembangan HIV dan Aids Di Dunia

Di zaman sekarang ini siapa yang tidak kenal dengan HIV dan AIDS, meski pemahaman terkait kedua istilah tersebut masih kerap salah namun semua pasti sepakat bahwa HIV AIDS merupakan penyakit yang berbahaya bagi siapa pun juga, terbukti dengan banyaknya nyawa yang berhasil direnggut nya yaitu sekitar 35 juta jiwa dari 70 juta jiwa orang di dunia yang mengidap nya. Sejarah perkembangan HIV Aids sendiri cukup panjang dan telah lama menghantui masyarakat dunia terutama pemain judi, dimulai pada kisaran tahun 1979 tepatnya di Amerika Serikat dimana ditemukan seorang pria beroeientasi seksual gay yang mengidap pneumocystis carinii serta dua orang lainnya yang mengidap sarcoma Kaposi dan kemudian dua tahu berselang ditemukan seorang homoseksual lagi yang mengalami kerusakan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh.

Beberapa temuan di atas mengundang ketertarikan para ahli untuk merunut sejarah awal dari virus dan penyakit yang satu ini, upaya awal yang dilakukan yakni merekonstruksi genetika dari virus HIV itu sendiri untuk kemudian menemukan asal pandemi nya, yang kemudian mendapat fakta bahwa asal pandemi teridentifikasi berasal dari kisaran tahun 1920an tepatnya di kota Kinshasa yang sekarang merupakan bagian dari Kongo. Perdagangan seks yang sangat masif pada kurun waktu tersebut ditambah penggunaan jarum suntik yang tidak steril menjadi faktor pemicu utama penyebaran virus ini dengan luar biasa cepat di sana.

Test HIV dan Aids

Sayangnya di saat yang hampir bersamaan rel kereta bantuan dari Belgia dibangun sehingga sekitar satu juta orang melintasi kota tersebut tiap tahunnya, sehingga penyebaran virus HIV ini semakin meluas lagi. Peneliti menyatakan bahwa HIV pada dasarnya merupakan hasil dari proses mutasi atas virus simpanse, yang disebut sebagai simian immunodeficiency virus atau SIVcpz. Namun di samping teori barusan, rupanya tidak sedikit kalangan yang menganggap bahwa HIV Aids merupakan ciptaan manusia, artinya penyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya ini merupakan sebuah konspirasi besar, teori ini berusaha membuktikan bahwa HIV Aids sejatinya diciptakan untuk membunuh secara massal untuk menginfeksi orang-orang berkulit hitam.

Teori ini diperkuat dengan temuan bukti-bukti penting diantaranya catatan rahasia milik tim khusus Laboratorium Fort Detrick Amerika Serikat yang menguak fakta bahwa HIV merupakan istilah baru yang digunakan sebagai pengganti istilah SV40, virus SV40 sendiri merupakan virus yang digunakan oleh Dokter Hilary Koprowski kepada sekitar tiga ratus ribu orang Afrika guna merusak sistem imun atau sistem kekebalan tubuh mereka. Fakta berikutnya yang terungkap dari catatan tersebut adalah konspirasi besar ini merupakan gagasan George Bush, Rockefeller, Prescott Bush, Harriman serta beberapa kalangan elit politik Amerika Serikat kala itu, gagasan tersebut dijuluki Eugenic Movement yaitu suatu gerakan guna menghancurkan kalangan manusia yang dianggap inferior serta meningkatkan ras manusia yang dianggap superior.

Sebetulnya masih ada beberapa teori-teori lain yang berkembang dan dipercaya sebagai asal mula lahirnya HIV Aids ini, namun kedua teori di atas yang paling populer karena memiliki bukti-bukti empiris yang dianggap kuat, selain itu terutama untuk teori konspirasi sifatnya sangat rasional dengan fakta-fakta sejarah lainnya misalnya fakta bahwa terjadi penurunan angka demografis masyarakat negro Afrika pada kisaran waktu di atas. Namun bagaimana pun awalnya virus dan penyakit yang satu ini terbentuk, semua teori dan juga agen sbobet sepakat bahwa HIV Aids ini merupakan media yang sangat efektif untuk menurunkan jumlah populasi di dunia dengan sangat massif dan efektif, yang sayangnya dilakukan dengan cara menghilangkan nyawa dan bukannya menurunkan angka kelahiran pada tiap-tiap negara. Yang jelas informasi tentang HIV khususnya terkait sejarah diminati juga oleh setiap orang yang ingin menjaga kesehatannya.